Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Internet Smartphone Kalian Lambat, Lakukan 12 Cara Berikut!

 Anda mempunyai permasalahan dengan koneksi internet anda yang lelet? Nah, disini Clutzerid ingin berbagi pengalaman bagimana cara mempercepat internet di android anda, cara mempercepat akses internet dengan semua operator yang ada di Indonesia. Cara ini merupakan cara yang sering saya gunakan ketika saya ingin mengakses internet di dunia maya ini untuk browsing, game, dan kebutuhan lainnya. Seperti apakah cara ampuh mempercepat Internet dengan maksimal? Well, yuks kita bahas disini...

Internet merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting untuk mencari berbagai informasi pengetahuan maupun berita terbaru di dunia maya yang kaya akan manfaat tersebut. Tapi apa jadinya bila Internet anda keok atau super lemot? Nah untuk mengatasi hal tersebut memang sangat sulit dan susah apalagi bila sinyal didaerah jangkauan BTS anda sangat jauh atau tidak terjangkau khusus untuk para pemakai modem yang memanfaatkan layanan jasa operator yaitu lewat suatu sinyal.

Teknik Mempercepat koneksi Internet yang saya pakai merupakan teknik yang biasa dan memang sangat gampang di gunakan. Teknik cara memperceat internet yang saya pakai sebagai berikut.

1. Pastikan Anda Berada di Wilayah yang Sudah Terpapar Jaringan 3G atau 4G

Jaringan 2G sudah tidak dapat diandalkan jika Anda ingin mendownload file atau streaming Youtube. Setidaknya Anda menggunakan jaringan 3G yang masih cukup cepat.

Jaringan 3G dapat diandalkan untuk browsing secara lancar. Namun, kalau bisa gunakanlah jaringan 4G.

Hanya saja, masih banyak daerah yang belum memiliki jaringan 4G.

Intinya, setidaknya daerah Anda memiliki jaringan 3G, kalau bisa 4G maka gunakan itu.

Jika di lokasi Anda akses internet tidak terpapar jaringan 3G atau 4G, maka akan membuat akses internet menjadi lemot.

2. Gunakan Browser yang Ringan dan Cepat

Memiih browser yang cepat dan ringan sangat berpengaruh besar pada cepatnya waktu ketika mengakses halaman website tertentu.

Mungkin Anda sudah menggunakan beberapa browser. Anda bisa membandingkan antar browser.

Dari sekian browser yang pernah Anda gunakan, maka utamakanlah yang memberikan kesan ringan, dimana membuka laman web terasa sangat ringan dan cepat.

Salah satu browser ringan yang bisa Anda pakai adalah OperaMini. Browser ini tidak langsung menanggapi permintaan saat digunakan browsing.

Setiap permintaan akan dilewatkan melalui server terlebih dulu untuk dikompres agar ukuran file menjadi lebih kecil. Lalu barulah dikirimkan ke perangkat selular.

Metode kompress ini merupakan sebuah cara yang sangat baik untuk mempercepat pengiriman data, dan tentunya akan mempercepat aktivitas internet.

Selain cepat, manfaat menggunakan browser ini juga untuk menghemat kuota internet (karena ringan).

Pada forum Quora yang membahas tentang browser Android tercepat (Quora adalah forum yang berisikan anggota dengan keahliannya di bidang masing-masing), ada banyak user yang memberikan komentar mengenai topik di laman tersebut. Berikut di bawah ini pemaparannya.

User bernama Eric Smith memaparkan tentang keunggulan masing-masing browser yaitu:
CM Browser – Fast & Light (Cepat & Terang)
Opera Browser – News & Search (Berita & Pencarian)
UC Browser Mini – Smooth (Halus)
Opera Mini – fast web browser (web browser cepat)
Firefox Browser – fast & private (cepat & menjaga data privasi)
Chrome Browser – Google (milik Google)
UC Browser - Fast Download (Download Cepat)

Kumar Sidharth menjelaskan bahwa ada parameter-parameter yang berbeda untuk menentukan kinerja browser yaitu:
1. Waktu buka halaman, ukuran layar, dll.
2. Kinerja JavaScript
3. Kecepatan koneksi internet.

Untuk poin 1 dan 2, browser Puffin lebih unggul dari browser lain dengan margin yang besar. Sayangnya, orang-orang mungkin tidak memperhatikan kecepatan ini. Itu karena loading halaman, dll juga memakan waktu karena waktu respon server dan konektivitas internet masing-masing orang.

Jika Anda memiliki kecepatan koneksi internet yang rendah, saya merekomendasikan UC browser yang memiliki teknologi memampatkan ukuran halaman menggunakan servernya sendiri. Tapi hati-hati dengan keamanan privasi Anda sejak UC adalah perusahaan China.

Adapun dari sisi konsumsi memori yang paling sedikit (ringan), maka yang terbaik adalah browser Opera dan Chrome, adapun yang terburuk adalah browser Puffin.

Jeevan Acharya memberikan komentar pada masing-masing browser:
1. Opera Mini: Ekonomi, fleksibel, mudah digunakan.
2. CM Browser (5.20.20): Halus, sederhana, ringan.
3. Habit Browser: Sangat bisa dikustomisasi.
4. Firefox: Dukungan HTML5 lebih banyak
5. Ghostery: Jika Anda sangat memperhatikan privasi.
6. InBrowser: Penjelajahan Pribadi.
7. Dolphin: Engine dan fasilitas yang baik, namun memakan lebih banyak sumber daya.
8. Chrome: Sederhana, fair, dukungan HTML5.
9. Opera: Rata-rata.
10. ADM (Ini bukan browser tapi manajer dowlnload dengan browser built-in)
11. Android Default Browser: Di atas rata-rata. Perkembangannya dihentikan.
12. Naked Browser: Kecil dan tampak jelek.
13. Via Browser: Sangat kecil, performa rata-rata.

Saya telah mencantumkan ini berdasarkan pengalaman saya. Namun, disarankan agar Anda memasang browser yang no. 1, 2 dan 4 dari daftar di atas. Atau Anda ingin browser lainnya, itu selera Anda.

Vaibhav Khulbe mengatakan: “Jika Anda memiliki RAM yang tinggi maka bisa memilih Puffin Browser. Mengapa? Karena adanya teknologi pra-proses dan kompres halaman web yang mempercepat waktu loading laman web.”

Vincent Abolarin mengatakan: “Saya memilih Chrome untuk Android karena lulus uji stabilitas dan performa dari waktu ke waktu. Browser ini terbaik dan tercepat. Nomor 2 di daftar saya adalah browser UC yang memiliki fitur kecepatan download. “

Elijah Hanson memberikan komentar tentang masing-masing browser, yaitu:

CM Browser: zippy, memiliki adblocker, kontrol privasi yang baik namun tidak disinkronkan.

Via Browser: kecil tapi kuat! Banyak kustomisasi, kemampuan menambahkan add-on dan bahkan menjalankan script custom. Menawarkan sinkronisasi juga. Saya pribadi menggunakannya untuk download.

Opera Mini: preferensi penggunaan data, adblocker, teknologi kompres yang baik, bekerja dengan baik bahkan pada jaringan 2G.

Nitesh Kumar Tiwari mengatakan: “Setiap browser bertindak cepat jika koneksi data cepat. Selain itu, Opera Mini lebih cepat karena menggunakan teknik kompresi server sendiri & bekerja sangat baik pada koneksi lambat.”

3. Tutup Aplikasi yang Berjalan di Background

Kebiasaan tekan tombol home untuk keluar aplikasi, membuat aplikasi tetap berjalan secara background. Sehingga mengakibatkan beberapa aplikasi terbuka atau berjalan, padahal tidak sedang digunakan.

Smartphone

Photo credit: Androidpit.com

Hal ini akan mengakibatkan kerja dan peforma smartphone menjadi berat. Sangat penting untuk menutup aplikasi sepenuhnya jika sudah tidak digunakan.

Aplikasi yang berjalan secara background padahal sedang tidak digunakan juga akan memboroskan baterai smartphone.

Banyak aplikasi android yang tetap berjalan walaupun kita tidak sedang membukanya. Aplikasi yang berjalan secara background tetap melakukan aktivitas seperti sinkronisasi, mencari informasi lokasi berbasis GPS, update data, dan lainnya sesuai dengan fungsi aplikasinya.

Untuk mengetahui aplikasi apa saja yang berjalan secara background, dan seberapa besar konsumsi powernya. Anda bisa menggunakan fitur bawaan Android untuk memonitornya.

Caranya, pertama-tama aktifkan Developer Options melalui Settings (pergi ke About Device lalu tekan Build Number beberapa kali hingga nantinya muncul notifikasi bahwa Developer Options sudah aktif).

Lalu pergi ke Settings -> Developer options -> Process stats untuk melihat aplikasi-aplikasi yang berjalan secara background. Tekan salah satu aplikasi untuk melihat seberapa banyak penggunaan RAM-nya. Biasanya, aplikasi BBM yang mengkonsumsi RAM paling banyak.

Selain itu, aplikasi yang berjalan secara background seringkali mengonsumsi kuota internet, akibatnya kecepatan berselancar di internet menurun.

Sebagai saran, matikan proses aplikasi yang sedang tidak diperlukan, apalagi jika aplikasi tersebut memakan banyak data internet.

Untuk menghentikan aplikasi yang berjalan pada background, Caranya pergi ke Settings -> Apps -> Pilih Aplikasi -> tekan tombol Force Stop.

Cara kedua : Masuk ke Settings -> Developer Options -> Process Stats -> Plih Aplikasi -> tekan tombol Force Stop.

Cara ketiga: Tekan tombol recent apps pada ponsel (sebelah tombol home), kemudian swipe ke kiri atau ke kanan untuk menghentikan process yang berjalan (cara ini hanya berlaku bagi pengguna Android 5.0 Lollipop dan diatasnya).

Selain menghentikan aplikasi yang berjalan pada background secara manual, Anda bisa membuat aplikasi ‘berhibernasi‘ yaitu menjadikan aplikasi pada kondisi sleep saat aplikasi tidak digunakan. Cara dengan menggunakan bantuan aplikasi Greenify

Fungsi aplikasi Greenify adalah membuat aplikasi menjadi sleep saat tidak digunakan.

4. Non-aktifkan Fitur Auto Sync


Mungkin di Android Anda terdapat banyak aplikasi seperti Gmail dan Facebook Messenger.

Aplikasi semacam itu akan terus-menerus mengakses internet secara backgroud sehingga membuat koneksi internet menjadi lambat.

Hal tersebut dapat mengurangi kecepatan browsing internet, dan juga kecepatan download.

Mematikan Auto-Sync

Photo credit: Youtube.com (Google Nexus 5: How to Enable / Disable Auto Sync Data)

Terlalu banyak aplikasi yang juga memakai koneksi internet android Anda, membuat browsing menjadi sangat lambat.

Oleh karena itu, jika Anda ingin mempercepat koneksi internet android, Anda harus mematikan data latar belakang tersebut. Untuk buka satu web saja lamanya minta ampun.

Cara untuk mengatasinya, dengan membatasi berjalannya segala aplikasi yang tidak diperlukan. (pengaturan di setiap android bisa saja berbeda).

Untuk menonaktifkan auto sync masuk ke pengaturan > Akun > pilih non aktifkan auto Sync

5. Pilih Paket Internet Terbaik


Akan terasa percuma jika mempercepat koneksi internet tetapi paket internet yang dipakai bermasalah.

Paket Internet


Kecepatan koneksi internet tergantung pada ISP (internet service provider) masing-masing. Saat ini, berbagai penyedia layanan internet menawarkan harga yang lumayan murah.

Anda harus pintar-pintar memilih paket internet. Tetapi memang sulit untuk memastikan mana ISP yang paling baik.

Karena juga kondisi setiap daerah juga berbeda. Disinilah Anda mesti pintar-pintar memilih ISP yang cocok dengan daerahmu, dan juga pintar memilih paket internet yang sesuai kebiasaanmu.

Jika lokasimu memiliki jaringan 4G dan berjalan lancar, maka carilah paket internet yang support 4G.

loading...


6. Atur Jaringan di Smartphone


Jika di daerah Anda ada sinyal 3G atau 4G, maka ubah pengaturan jaringan pada ponsel android ke mode 3G atau 4G saja. Karena pengaturan standar android adalah automatic, artinya mencari sinyal yang terdekat.

Tower Jaringan Internet

Tower Jaringan Internet | Photo credit: Shutterstock.com by Rat007

Hal ini menyebabkan ponsel android dikhawatirkan tidak memilih sinyal 3G atau4G, tetapi justru 2G.

Untuk mengubah pengaturan jaringan ke mode 3G atau 4G saja, caranya:

Pergi ke menu Settings > Wireless & Networks > Mobile Networks > Networks Mode.

Setelah itu pilih WCDMA Only (untuk 3G).

Ketika berada pada mode jaringan WCDMA/3G, koneksi internet Anda lebih cepat.

Namun, jika di daerahmu hanya ada sinyal 2G, maka jangan gunakan cara ini, karena Anda nantinya justru tidak akan mendapatkan sinyal.

Karena Android terus mencari sinyak 3G atau 4G, padahal daerah tersebut hanya tersedia 2G.

Dalam kondisi seperti ini, maka gunakan yang 2G saja, walaupun lambat tetapi lebih baik daripada tidak ada sinyal.

7. Jangan Menghalangi Sinyal Ponsel


Ponsel Android umumnya tidak mempunyai antena eksternal, sehingga sinyal yang diterima sangat bergantung dari penempatan ponsel tersebut.

Ponsel bisa kesulitan mencari sinyal akibat menggenggamnya dengan cara yang salah. Anda harus tahu lokasi antena internal smartphone milikmu.

Lokasi antena bisa tidak sama untuk setiap produk, namun kebanyakan lokasi antena ada di bagian belakang.

Jika menaruh ponsel Android, usahakan posisi antena internal berada di atas dan tidak terhalang dengan benda-benda lainnya.

Jauhkan dari benda-benda logam dan magnet dan peralatan yang mengandung listrik agar ponsel bisa secara maksimal menangkap sinyal.

Ketika memegang ponsel, pastikan telapak tangan tidak menutupi bagian antena internet ponsel. Telapak tangan manusia bersifat konduktor yang bisa mempengaruhi gelombang elektromagnetik.

8. Hindari Salah Setting Jaringan


Kesalahan mengatur proxy, vpn, username, password dan sebagainya berakibat kesepatan internet tidak maksimal.

Mengubah-ubah pengaturan proxy dan vpn sering dilakukan oleh pengguna yang menginginkan koneksi internetnya semakin cepat, tapi justru memperlambatnya.

Jika menggunakan layanan proxy dan VPN, secara langsung koneksi akan melalui server berbeda sebelum diteruskan ke internet.

Melalui VPN tersebut ponsel akan dihubungkan ke website tujuan dengan izin dari penyedia layanan.

Ketika server tersebut down (karena banyaknya pengguna) maka koneksi juga ikut melambat.

9. Disarankan Pindahkan Aplikasi Ke Micro SD


Hal ini jika memang dapat Anda lakukan, Anda bisa melakukan transfer aplikasi dari letaknya di memori internal ke micro SD, kenapa perlu melakukan ini?

Dengan memindahkan file ke media micro SD maka ruang penyimpanan pada memori internal akan menjadi lebih luas, hal ini sangat baik agar peforma dan kerja sistem akan menjadi lebih ringan dan cepat.

10. Matikan Auto Update Apps


Mengaktifkan fitur update secara otomatis di menu pengaturan Play Store menyebabkan apps secara otomatis melakukan update.

Apabila terlalu banyak apps yang dilakukan update secara otomatis, mengakibatkan kinerja smartphone menjadi lebih berat, dan juga akan memakan banyak kuora internet. Alhasil, internet-an pun menjadi lemot.


11. Bersihkan Cache dan History


Selain dapat menurunkan peforma Android, cache dan history yang menumpuk akan  mengganggu kestabilan koneksi internet, sehingga internet menjadi lemot.

Solusinya adalah dengan cara mengosongkan atau menghapus file cache secara rutin di Android.

Untuk menghapus file cache di Android, bisa mengguakan aplikasi khusus untuk membersihkan file cache dan history di Android. Anda bisa cari di play store.

12. Factory Reset


Tidak ada keharusan untuk melakukan cara ini, untuk melakukannya juga perlu melihat kondisi. Cara ini hanya untuk mempercepat Android, yang nantinya membantu untuk mengoptimalkan kecepatan internet.

Di smartphone (apalagi sudah lama digunakan) tentunya akan terdapat berbagai macam aplikasi dan data, yang jumlahnya cukup banyak berjalan secara background.

Keadaan seperti ini membuat kinerja smartphone menjadi berat dan lambat.

Dengan melakukan factory reset Anda akan menghapus semua data di Android, sehingga Anda akan memulai dari awal lagi. Semua aplikasi yang dipasang, akan menjadi terhapus.

Posting Komentar untuk "Internet Smartphone Kalian Lambat, Lakukan 12 Cara Berikut!"